Skip to content

SAP tindak pidana dalam KUHP

February 10, 2010

GBPP (GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN)

Mata Kuliah : Tindak Pidana Dalam KUHP
Bobot : 2 SKS
Dosen : Budiyanto, SH.,M.H.

Deskripsi Singkat: Mata kuliah ini menetapkan kemampuan mahasiswa memahami Hukum Pidana yang berlaku di Indonesia lebih khususnya pasal-pasal dari Buku II dan Buku III yang merupakan kelanjutan di dalam mempelajari hukum pidana. Oleh karena itu, materi perkuliahan akan lebih mengkhusus yaitu mengenai Percobaan (Poging), Penyertaan (Deelneming), Penganjuran (Uitloken), Pembantuan (Medeplichtigheid), Perbarengan (Samenloop), juga mengenai Pengulangan Perbuatan Pidana (Recidive), Delik Aduan (Klachdelict), mengenai Kejahatan Terhadap Negara, Kejahatan Terhadap Harta Benda, Kejahatan Terhadap Badan dan Nyawa Orang, Kejahatan Tentang Keamanan Umum, Pelanggaran Tentang Ketertiban Umum, dan perihal Alasan Pemberatan dan Peringanan Hukuman.
Selanjutnya pada saat perkuliahan berlangsung mahasiswa semester III lebih sering diajak untuk diskusi di kelas, atau diberikan pekerjaan rumah, sehingga pada akhir perkuliahan mahasiswa semester III akan dapat memahami tentang Hukum Pidana yang berlaku di Indonesia

Tujuan Instruksional Umum : (Tujuan Mata Kuliah)
Setelah melakukan proses pembelajaran selama satu semester berupa teori dan kasus-kasus mahasiswa semester III dapat memahami kasus-kasus yang terjadi di masyarakat.

No
Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan TIK Estimasi/ Waktu Daftar Pustaka
1 Percobaan (Poging) – Pengertian Percobaan (Poging)
– Alasan Percobaan dipidana
 Teori subjektif
 Teori objektif
 Adanya unsur kehendak
 Adanya permulaaan pelaksanaan
– Percobaan yang tidak tepat/ gagalnya percobaan
Pemahaman
Pemahaman

Pemahaman 20 menit

40 menit

30 menit 7,11,
16,20

7,11
16,20

7,11
16,20
2 Penyertaan (Deelneming) – Pengertian Penyertaan dan unsur-unsurnya (pasal 55 – 62 KUHP)
– Pengertian Plegen, Doenplegen, dan Medeplegen

Pemahaman

Pemahaman

40

60

7,11,
16,20

7,11,
16,20

3 Uitloken (Penganjuran)
– Pengertian Uitloken

- Syarat-syarat adanya Uitloken

- Pertanggungjawaban dalam Uitloken
Pemahaman
Pemahaman

Pemahaman 40

50

50
18,20

18,20

18,20

4 Medeplichtigheid
(Pembantuan) – Pengertian Medeplichtigheid
– Syarat-syarat terjadinya Medeplichtigheid
– Pertanggungjawaban dalam Medeplichtigheid
– Bentuk lain dari Medeplichtiheid Pemahaman
Pemahaman

Pemahaman

Pemahaman 30

40

40

30 7,16,20

7,16,20

7,16,20

7,16,20
5 Perbarengan (Samenloop) – Pengertian Samenloop (pasal 23 – 71 KUHP)
– Sistem/Stelsel yang berlaku dalam ajaran Samenloop
– Bentuk-bentuk Samenloop
– Sistem pertanggungjawaban dalam Samenloop
Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman
40

60

60
40

7,8,16,20
6 Mengulangi Tindak Pidana (Recidive) – Pengertian Recidive (Buku II, pasal 406-488 KUHP)
– Sistem yang berlaku dalam ajaran Recidive
– Sistem pertanggung jawaban dalam Recidive
– Bentuk lain dari Recidive
– Pemahaman

Pemahaman
Pemahaman

Pemahaman 40

40

60

40 7,16,20

7,16,20

7,16,20

7,16,20

7 Delik Aduan (Klachtdelict) – Pengertian Delik Aduan (Klachtdelict)
– Jenis-jenis Delik Aduan (Klachtdelict)
– Proses mengajukan Delik Aduan (Klachtdelict)
– Jangka waktu mengajukan Delik Aduan (Klachtdelict) Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman

Pemahaman 40

60

30

30 7,16

7,16

7,16

7,16
8 Kejahatan Terhadap Negara – Makar Terhadap Presiden dan Wakil Presiden
– Penganiayaan Terhadap Presiden dan wakil Presiden
– Penghinaan Pada Presiden atau Wakil Presiden
– Pemberontakan Pemahaman

Pemahaman

Pemahaman

Pemahaman 30

30

20

20 16

16

16

16

9 Kajahatan Terhadap Harta Benda – Pencurian

- Penggelapan

- Penipuan

- Pemerasan

- Merusakkan Barang Orang Lain Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman
20

20

20

20

20

7,16

7,16

7,16

7,16

7,16
10 Kejahatan Terhadap Badan dan Nyawa Orang – Penganiayaan

- Pembunuhan

- Karena Salahnya Menjadikan Mati atau Luka Orang Lain Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman
20

40

30 7,16

7,16

7,16
11 Kejahatan Terhadap Keamanan Umum – Kenakalan

- Mabuk di Tempat atau di Jalan Umum
– Merintangi Kemerdekaan Bergerak Orang Lain di jalan Umum

Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman 20

30

20 7,16

7,16

7,16
12 Pelanggaran Tentang Ketertiban Umum – Membuat Gaduh

- Mengemis

- Mucikari

- Tidak Mentaati Perintah Polisi di jalan Umum Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman
20

20

20

20

7,16

7,16

7,16

7,16

13 Alasan Pemberatan Hukuman – Memangku suatu Jabatan
– Recidive

- Samenloop Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman 20

20

20 2,7

2,7

2,7
14 Alasan Peringanan Hukuman – Percobaan

- Membantu Tindak Pidana
– Belum Dewasa atau Belum Cukup Umur Pemahaman
Pemahaman
Pemahaman 20

20

20 2,7

2,7

2,7
DAFTAR KERJA
1. A.Z.Abidin, 1983, Bunga Rampai Hukum Pidana, Pradnya Paramita, Jakarta
2. —————, 1995, Hukum Pidana I, Sinar Grafika,Jakarta
3. A.Hamzah dan Siti Rahayu, 1983, Suatu Tinjauan Ringkas Sistem Pemidanaan di Indonesia, PT.Akademika Pressindo, Jakarta
4. Bambang Peornomo, 1982, Asas-asas Hukum Pidana, Ghalia Indonesia, Jakarta
5. —————————, 1982, Hukum Pidana Kumpulan Karangan Ilmiah,Bina Aksara,1982
6. E.Y.Kanter dan Sianturi, 1982, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, Penerbit Alumni, Jakarta.
7. Bawengan,Gerson.W,1983, Hukum Pidana di dalam Teori dan Praktek,Pradnya Paramita,Jakarta
8. Hermien Hadiati Koeswadji, 1995, Perkembangan Macam-macam Pidana Dalam Rangka Pembangunan Hukum Pidana, PT.Citra Aditya Bakti, Bandung
9. Moelyatno, 1983, Asas-asas Hukum Pidana, PT.Bina Aksara,Jakarta
10. ————–, 1985, Pembuatan Pidana dan Pertanggung jawab Dalam Hukum Pidana, Penerbit Gajah Mada, Yogyakarta.
11. ————–, 1985, Hukum Pidana Delik-delik Percobaan Delik-delik Penyertaan, Bina Aksara,Jakarta.
12. PAF.Lamintang,1990, Hukum Pidana Indonesia, PT.Sinar Baru, Bandung
13. ——————–, 1984, Hukum Panitensier Indonesia, Armico, Bandung
14. Roeslan Saleh, tanpa tahun, Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana
Centra, Jakarta
15. ——————-, 1979, Beberapa Catatan Sekitar Perbuatan dan Kesalahan Dalam Hukum Pidana,Akasa Baru, Jakarta

16. R.Soesilo, 1984, Pokok-pokok Hukum Pidana Peraturan Umum dan Delik-delik

Khusus, Politia,Bogor .
17. Sudarto, 1975, Badan penyedia Bahan Kuliah Fakultas hukum UNDIP
18. Soesilo,R,1984,Pokok-pokok Hukum Pidana Peraturan Umum dan Delik-delik Khusus, PT.Karya Nusantara,Bandung.
19. Oemar Senoadji, Perkembangan Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana Sekarang dan di Masa Yang Akan Datang.
20. Wirjono Prodjodikoro,1986, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia,PT Eresco, Bandung.

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: